KENDARI – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya program Pascasarjana, mengumumkan peluncuran tiga penelitian inovatif yang melibatkan kolaborasi intensif antara dosen dan mahasiswa. Ketiga proyek penelitian tersebut bertujuan untuk memberikan solusi konkret terhadap permasalahan ekonomi dan lingkungan di wilayah Sulawesi Tenggara. Peluncuran ini menjadi bagian dari komitmen universitas dalam meningkatkan mutu penelitian dan menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Penelitian-penelitian tersebut diluncurkan secara resmi pada hari Rabu, 2 April 2026, melalui acara seminar peluncuran di Ruang Auditorium Gedung Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari. Kehadiran dosen, mahasiswa, pejabat universitas, dan perwakilan dari berbagai institusi pemerintah menjadi bukti tingginya antusiasme terhadap inisiatif penelitian ini.
### Latar Belakang dan Konteks Penelitian
Sulawesi Tenggara, sebagai salah satu provinsi dengan potensi ekonomi yang besar, masih menghadapi berbagai tantangan signifikan dalam hal pemanfaatan sumber daya alam, pengelolaan lingkungan, dan pengembangan ekonomi berkelanjutan. Mengingat posisi strategis Kendari sebagai ibu kota provinsi, Universitas Muhammadiyah Kendari merasa bertanggung jawab untuk berkontribusi aktif dalam mengatasi permasalahan-permasalahan tersebut melalui penelitian yang terukur dan berbasis bukti ilmiah.
Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, yang telah beroperasi sejak tahun 2015, telah menghasilkan berbagai penelitian berkualitas di bidang manajemen, teknik, dan pendidikan. Namun, upaya peluncuran tiga penelitian simultan dengan fokus yang jelas terhadap isu-isu lokal merupakan langkah yang relatif baru dan strategis untuk meningkatkan relevance penelitian universitas terhadap kebutuhan masyarakat.
### Tiga Penelitian Inovatif yang Diluncurkan
Pertama: Optimalisasi Rantai Pasok Perikanan Tangkap di Kendari Berbasis Teknologi Digital
Penelitian pertama, yang dipimpin oleh Dr. Yudi Supriyanto, S.E., M.M., dosen Program Studi Manajemen Pascasarjana, fokus pada pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok perikanan. Kendari, yang dikenal sebagai salah satu pusat perikanan terbesar di Indonesia Timur, memiliki potensi yang masih belum dimaksimalkan dalam hal distribusi dan pemasaran hasil tangkapan.
“Permasalahan utama yang kami identifikasi adalah ketidakefisienan dalam distribusi hasil tangkapan ikan, yang menyebabkan kerugian ekonomi signifikan bagi nelayan dan pedagang ikan. Teknologi blockchain dan aplikasi mobile tracking kami rancang untuk memberikan transparansi penuh dalam setiap tahap rantai pasok,” ujar Dr. Yudi Supriyanto dalam keterangan resmi yang diberikan kepada media.
Penelitian ini melibatkan lima mahasiswa Pascasarjana Program Studi Manajemen, yaitu Siti Nurhaliza, Bambang Irawan, Rini Wijayanti, Hendra Kusuma, dan Fadillah Rahman. Mereka akan melakukan survei lapangan ke berbagai tempat pendaratan ikan (TPI) di Kendari, Bau-Bau, dan Buton untuk mengumpulkan data primer tentang sistem rantai pasok yang sedang berlaku.
Kedua: Pengelolaan Limbah Perikanan untuk Produk Bernilai Tambah Tinggi
Penelitian kedua, yang dikoordinasi oleh Prof. Dr. Ir. Dwi Priyono, M.Sc., Ketua Program Studi Teknik Lingkungan Pascasarjana, mengangkat tema pemanfaatan limbah perikanan sebagai bahan baku produk bernilai tambah. Industri perikanan yang berkembang pesat di Kendari menghasilkan limbah organik dalam jumlah besar yang sering tidak ditangani dengan baik, menimbulkan permasalahan lingkungan.
“Limbah perikanan seperti sisik, tulang, dan kulit ikan memiliki potensi untuk diubah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi, seperti pupuk organik, pakan ternak berkualitas, dan bahan kosmetik alami. Penelitian kami akan mengembangkan teknologi pengolahan yang ramah lingkungan dan dapat diadopsi oleh pengusaha skala kecil dan menengah,” papar Prof. Dr. Dwi Priyono dalam pemaparan detail penelitian.
Tim penelitian ini terdiri dari delapan mahasiswa Pascasarjana Teknik Lingkungan, didukung oleh peralatan laboratorium terbaru yang telah dialokasikan oleh universitas. Lokasi penelitian akan mencakup beberapa unit pengolahan ikan di Kelurahan Baruga, Kecamatan Kendari, yang merupakan pusat industri pengolahan ikan di Kendari.
Ketiga: Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal untuk Pendidikan Vokasi
Penelitian ketiga, yang dipimpin oleh Dr. Nur Azizah, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Pascasarjana, fokus pada integrasi kearifan lokal Sulawesi Tenggara dalam kurikulum pendidikan vokasi. Penelitian ini merespons kebutuhan akan pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja lokal dan mampu mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.
“Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan kearifan lokal yang luar biasa, mulai dari keahlian membuat kain songket, pengolahan hasil laut tradisional, hingga kerajinan batik lokal. Kami ingin mengembangkan model pembelajaran yang mengintegrasikan keahlian-keahlian tradisional ini ke dalam kurikulum vokasi formal, sehingga menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis modern, tetapi juga pemahaman mendalam tentang warisan budaya,” ungkap Dr. Nur Azizah.
Penelitian ini akan melibatkan enam mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Teknologi dan akan melakukan riset etnografi di beberapa komunitas pengrajin tradisional di Kendari dan sekitarnya. Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara juga telah disepakati untuk memastikan hasil penelitian dapat diimplementasikan dalam kebijakan pendidikan.
### Dukungan Institusional dan Pendanaan
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. H. Mahsun, S.H., M.Hum., dalam pidatonya pada acara peluncuran, menekankan komitmen universitas terhadap pengembangan penelitian berkualitas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
“Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai motor penggerak inovasi dan pembangunan di wilayah Sulawesi Tenggara. Ketiga penelitian ini merepresentasikan dedikasi kami untuk menghasilkan pengetahuan yang actionable dan bermanfaat langsung bagi masyarakat. Kami telah mengalokasikan dana operasional penelitian sebesar Rp 750 juta untuk ketiga proyek ini dalam tahun anggaran 2026,” ungkap Prof. Mahsun dalam ceramahnya.
Direktur Pascasarjana, Dr. Eka Suryanto, M.Sos., menambahkan bahwa ketiga penelitian ini juga mendapat dukungan dari berbagai institusi eksternal. “Kami telah menjalin kerja sama dengan Dinas Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara, Badan Lingkungan Hidup Kota Kendari, dan Dinas Pendidikan Provinsi untuk memastikan penelitian kami memiliki akses data yang komprehensif dan relevan,” jelasnya.
### Metodologi dan Jadwal Pelaksanaan
Ketiga penelitian dirancang untuk berlangsung selama dua tahun, dengan milestone yang jelas setiap semester. Metodologi yang digunakan menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, sesuai dengan karakteristik masing-masing penelitian.
Untuk penelitian perikanan tangkap, tim akan menggunakan kombinasi survey kuesioner, focus group discussion (FGD) dengan nelayan dan pedagang, serta analisis data sekunder dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Prototipe aplikasi digital direncanakan akan selesai pada akhir tahun pertama penelitian.
Penelitian pengelolaan limbah perikanan akan melibatkan pengujian laboratorium intensif untuk mengoptimalkan proses konversi limbah menjadi produk bernilai tambah. Tim juga akan melakukan uji coba produksi skala pilot di beberapa mitra industri untuk menguji kelayakan ekonomi teknologi yang dikembangkan.
Sementara itu, penelitian pendidikan akan melibatkan studi etnografi mendalam, wawancara dengan pengrajin tradisional, dan focus group discussion dengan guru vokasi dan pemangku kepentingan pendidikan. Model pembelajaran yang dikembangkan akan diuji coba di beberapa sekolah vokasi pilihan pada tahun kedua penelitian.
### Dampak yang Diharapkan
Dampak yang diharapkan dari ketiga penelitian ini mencakup dimensi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pada dimensi ekonomi, penelitian perikanan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan nelayan melalui pengurangan biaya distribusi dan peningkatan harga jual. Penelitian limbah perikanan diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat dengan investasi awal yang terjangkau.
Pada dimensi lingkungan, penelitian limbah perikanan berkontribusi langsung pada pengurangan pencemaran lingkungan akibat limbah organik. Sementara pada dimensi sosial, penelitian pendidikan diharapkan dapat melestarikan warisan budaya lokal sambil meningkatkan relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan pasar kerja.
“Kami percaya bahwa penelitian yang dilakukan di universitas harus memiliki ‘kaki’ yang kokoh dalam realitas masyarakat. Ketiga penelitian ini dirancang sedemikian rupa sehingga hasil-hasilnya dapat dengan mudah diterapkan oleh masyarakat, pengusaha, dan pembuat kebijakan,” kata Dr. Eka Suryanto.
### Penutup
Peluncuran tiga penelitian inovatif oleh Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari menandai langkah signifikan dalam upaya universitas untuk meningkatkan kontribusi penelitian terhadap pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. Dengan melibatkan dosen dan mahasiswa secara aktif, serta menjalin kerja sama dengan berbagai institusi eksternal, penelitian-penelitian ini memiliki potensi besar untuk menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Diharapkan, hasil penelitian ini tidak hanya akan dipublikasikan dalam jurnal ilmiah, tetapi juga akan ditransfer langsung kepada masyarakat melalui berbagai mekanisme seperti pelatihan, demonstrasi teknologi, dan kebijakan publik. Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Program Pascasarjana, telah membuktikan komitmennya untuk menjadi universitas yang tidak hanya “dari masyarakat,” tetapi juga “untuk masyarakat.”
()
—
Jumlah kata: 1.847 kata