KENDARI – Prestasi gemilang kembali diraih oleh Universitas Muhammadiyah Kendari (Unismuh Kendari), khususnya dari program Pascasarjana. Seorang mahasiswa program studi Magister Teknologi Pendidikan, bernama Rina Nurhaliza, berhasil meraih juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Pendidikan Digital Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta asosiasi pendidikan Indonesia. Prestasi tersebut dinobatkan resmi pada acara penganugerahan penghargaan yang digelar di Jakarta pada 16 April 2026, kemarin.
Keberhasilan Rina mencerminkan dedikasi tinggi mahasiswa Pascasarjana Unismuh Kendari dalam menggabungkan teori akademik dengan inovasi praktis yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Penelitian yang dibawanya berjudul “Platform Pembelajaran Adaptif Berbasis Kecerdasan Buatan untuk Sekolah di Daerah Terpencil” menarik perhatian tim juri internasional dan menjadi solusi nyata untuk mengatasi kesenjangan digital dalam pendidikan di Indonesia.
Ketua Program Pascasarjana Unismuh Kendari, Dr. Bambang Sutrisno, M.Si., menyatakan kebanggaannya terhadap pencapaian yang diraih Rina. “Ini adalah momentum penting bagi program Pascasarjana kami. Rina telah membuktikan bahwa mahasiswa dari Kendari, dari timur Indonesia, mampu bersaing dan menonjol di level nasional, bahkan dengan standar internasional. Prestasi ini tidak hanya milik Rina, tetapi juga refleksi dari kualitas program studi yang kami tawarkan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu, 17 April 2026.
LATAR BELAKANG KOMPETISI DAN PERJALANAN RINA
Kompetisi Inovasi Pendidikan Digital Nasional 2026 merupakan ajang tahunan yang mengundang mahasiswa program pascasarjana dari seluruh universitas di Indonesia untuk mempresentasikan penelitian dan inovasi dalam bidang pendidikan digital. Peserta tidak hanya dinilai dari segi akademik, tetapi juga dari aspek implementabilitas, dampak sosial, dan originalitas ide.
Rina Nurhaliza, mahasiswa tahun kedua Magister Teknologi Pendidikan Unismuh Kendari, mengikuti kompetisi ini atas dukungan dosen pembimbing, Dr. Siti Nurjanah, M.Pd. Proses pengembangan penelitiannya dimulai sejak Januari 2025, dengan melakukan survei lapangan ke sejumlah sekolah di daerah terpencil Sulawesi Tenggara, termasuk Kabupaten Buton dan Wakatobi.
“Saya melihat banyak sekolah di daerah terpencil yang kesulitan mengakses platform pembelajaran modern karena keterbatasan konektivitas internet dan infrastruktur. Dari sini, muncul ide untuk mengembangkan platform yang dapat beradaptasi dengan kondisi jaringan rendah namun tetap memberikan pengalaman belajar yang personal,” jelas Rina dalam wawancara eksklusif dengan redaksi pada Kamis, 17 April 2026.
Platform yang dikembangkan Rina mengintegrasikan teknologi artificial intelligence (AI) yang dapat mempelajari pola belajar setiap siswa dan menyesuaikan konten pembelajaran secara otomatis. Fitur unggulan lainnya adalah kemampuan offline-first, di mana data pembelajaran dapat disimpan lokal dan tersinkronisasi ketika koneksi internet tersedia.
INOVASI YANG MENGUBAH PARADIGMA
Dosen pembimbing Rina, Dr. Siti Nurjanah, M.Pd., menjelaskan keunggulan penelitian mahasiswanya. “Riset Rina tidak sekadar akademis, tetapi benar-benar addressing real problem di masyarakat. Dia sudah melakukan user testing dengan lebih dari 200 siswa dan guru dari lima sekolah di daerah terpencil. Hasilnya menunjukkan peningkatan engagement pembelajaran hingga 65 persen dan peningkatan nilai siswa rata-rata 1,8 poin pada skala 10,” katanya.
Menurut data yang diperoleh redaksi, platform yang dikembangkan Rina telah menarik minat beberapa institusi pendidikan. Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tenggara telah menunjukkan ketertarikan untuk mengintegrasikan platform tersebut dalam program pembelajaran di sekolah-sekolah daerah terpencil.
Pencapaian Rina ini juga menjadi hasil nyata dari komitmen Unismuh Kendari dalam mengembangkan program Pascasarjana berkualitas internasional. Sejak didirikan pada tahun 2015, program Pascasarjana Unismuh Kendari telah menghasilkan berbagai penelitian dan inovasi yang berkontribusi pada pengembangan pendidikan dan teknologi di Indonesia.
PANDANGAN PEJABAT KAMPUS
Rektor Unismuh Kendari, Prof. Dr. H. Muh. Ali Dayyan, S.H., M.H., menerima laporan prestasi Rina dengan antusiasme tinggi. Dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rektor Ali Dayyan menyampaikan apresiasi mendalam.
“Pencapaian Rina Nurhaliza adalah manifestasi dari visi universitas kami untuk menjadi lembaga pendidikan tinggi yang menghasilkan lulusan berkompetensi tinggi, berinovasi, dan berdampak positif bagi masyarakat. Program Pascasarjana kami dirancang untuk mengembangkan peneliti dan inovator yang tidak hanya memahami konsep teoritis, tetapi juga mampu mentranslasikan pengetahuan mereka menjadi solusi praktis,” tulis Prof. Ali Dayyan.
Rektor menambahkan bahwa pencapaian ini akan menjadi motivasi bagi mahasiswa dan dosen lainnya untuk terus meningkatkan standar penelitian dan inovasi. “Kami akan terus memberikan dukungan infrastruktur, pendanaan penelitian, dan mentoring untuk memastikan mahasiswa Pascasarjana kami dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional,” lanjutnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengembangan, Dr. Ir. Hasanuddin, M.T., mengungkapkan bahwa prestasi Rina menunjukkan efektivitas sistem bimbingan penelitian yang telah dikembangkan di Pascasarjana Unismuh Kendari.
“Kami menerapkan sistem mentoring intensif yang melibatkan dosen pembimbing utama, co-advisor, dan peer reviewer internal. Setiap mahasiswa juga didorong untuk mempresentasikan penelitiannya di seminar nasional dan internasional sebelum menyelesaikan studi. Strategi ini terbukti meningkatkan kualitas output penelitian,” jelas Dr. Hasanuddin.
DAMPAK DAN RELEVANSI SOSIAL
Salah satu aspek yang membuat penelitian Rina menonjol di mata juri adalah relevansi sosialnya yang tinggi. Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang beragam, masih menghadapi kesenjangan digital dalam pendidikan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa hingga 2024, masih terdapat sekitar 35 persen sekolah di daerah terpencil yang belum memiliki akses internet yang memadai.
“Platform yang dikembangkan Rina menawarkan jalan keluar yang inovatif dan sustainable. Tidak hanya mampu beradaptasi dengan infrastruktur yang terbatas, tetapi juga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa secara signifikan,” ujar Dr. Hasanuddin.
Kepala Program Studi Magister Teknologi Pendidikan, Dr. Mulyanto, M.Pd., Ph.D., mengungkapkan rencana untuk mengembangkan lebih lanjut platform Rina. “Kami sedang merancang program khusus untuk mendukung scaling-up platform ini. Rencana kami adalah melibatkan mahasiswa angkatan berikutnya untuk melakukan improvement dan testing di wilayah-wilayah lain. Ini juga menjadi kesempatan praktik langsung bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan knowledge mereka,” katanya.
PRESTASI DALAM KONTEKS HISTORIS UNISMUH KENDARI
Prestasi Rina bukan merupakan fenomena yang berdiri sendiri. Dalam tiga tahun terakhir, program Pascasarjana Unismuh Kendari telah menghasilkan beberapa pencapaian signifikan. Pada 2024, dua mahasiswa program studi Magister Administrasi Publik berhasil meraih penghargaan dalam Kompetisi Kebijakan Publik Nasional. Tahun sebelumnya, seorang mahasiswa Magister Hukum memenangkan kompetisi moot court regional.
“Konsistensi prestasi ini menunjukkan bahwa program Pascasarjana kami telah membangun kultur akademik yang mendukung keunggulan. Kami tidak hanya fokus pada penyelesaian studi, tetapi juga pada pengembangan skill research, presentasi, dan innovation yang dibutuhkan untuk bersaing di tingkat nasional,” tutur Dr. Bambang Sutrisno.
INSPIRASI DAN PESAN RINA UNTUK MAHASISWA LAINNYA
Dalam sesi tanya jawab setelah pengumumuman pemenang di Jakarta, Rina berbagi pesan untuk mahasiswa lainnya. “Saya ingin menekankan bahwa berada di daerah timur Indonesia bukan hambatan untuk mencapai prestasi tinggi. Justru, kondisi lokal yang unik menjadi sumber inspirasi untuk mengembangkan inovasi yang relevan dan bermakna. Saya mendorong teman-teman mahasiswa Pascasarjana untuk tidak takut untuk ambil risiko akademik dan melakukan penelitian yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Rina juga memberikan apresiasi kepada pihak kampus, khususnya kepada dosen pembimbing dan tim Pascasarjana. “Tanpa dukungan infrastruktur yang baik, akses ke jurnal internasional, dan mentoring yang intensif, prestasi ini tidak akan mungkin terjadi. Saya berharap dukungan ini terus ditingkatkan untuk generasi mahasiswa berikutnya,” tambahnya.
DAMPAK JANGKA PANJANG
Prestasi Rina diharapkan akan membuka peluang kolaborasi baru bagi Unismuh Kendari. Beberapa perguruan tinggi terkemuka dan lembaga penelitian nasional telah menunjukkan minat untuk berkolaborasi dalam pengembangan lebih lanjut dari platform pembelajaran Rina.
Direktur Pascasarjana Unismuh Kendari juga mengumumkan bahwa kampus akan membuka hibah internal khusus untuk mendukung mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi nasional dan internasional. “Kami alokasikan budget khusus sebesar 500 juta rupiah per tahun untuk mendukung penelitian mahasiswa yang akan dipublikasikan atau diperlombakan di tingkat nasional,” ungkap Dr. Bambang Sutrisno.
PENUTUP
Prestasi yang diraih Rina Nurhaliza merupakan bukti nyata dari komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari dalam mengembangkan program pendidikan pascasarjana berkualitas tinggi. Pencapaian ini juga menunjukkan bahwa institusi pendidikan di daerah timur Indonesia memiliki potensi besar untuk menghasilkan inovator dan peneliti yang dapat bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Dengan terus mendorong kultur riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, Unismuh Kendari siap menjadi lembaga pendidikan penghasil pemimpin dan inovator yang mampu membawa perubahan positif bagi Indonesia. Prestasi Rina adalah awal dari banyak kesuksesan lain yang akan datang dari kampus Kendari ini.
—
Redaksi mengucapkan apresiasi kepada pihak Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Pascasarjana, yang telah memberikan data dan informasi untuk penulisan artikel ini.