KENDARI – Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari menghadirkan momentum akademik yang signifikan dengan menyelenggarakan rangkaian seminar internasional, webinar, dan kuliah umum pada Senin, 7 April 2026. Acara yang berlangsung di Gedung Auditorium Utama Kampus Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari ini menghadirkan pembicara terkemuka dari berbagai institusi pendidikan dan penelitian terkemuka, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kegiatan akademik yang bertajuk “Innovation and Sustainable Development: Building Future Leaders in Southeast Asia” ini menjadi bagian dari komitmen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari dalam meningkatkan standar pendidikan tinggi di tingkat pascasarjana dan memperkuat jejaring akademik internasional. Rangkaian acara yang dimulai pukul 08.00 WITA hingga 16.30 WITA tersebut menghadirkan tiga sesi utama yang mencakup seminar internasional, webinar interaktif, dan kuliah umum yang terbuka untuk seluruh kalangan akademisi dan masyarakat umum.
Latar Belakang dan Urgensi Penyelenggaraan
Berdasarkan siaran pers resmi Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, penyelenggaraan acara seminar internasional ini merupakan respons dari semakin urgentnya isu-isu global terkait inovasi teknologi dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara. Dengan semakin kompleksnya tantangan pembangunan di era digital, institusi pendidikan tinggi dituntut untuk terus berinovasi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Kami memandang bahwa pendidikan pascasarjana harus menjadi jembatan antara teori akademik dan praktik dunia nyata. Oleh karena itu, seminar internasional ini dirancang untuk memberikan wawasan terdepan kepada mahasiswa dan dosen kami tentang tren-tren terbaru dalam inovasi teknologi dan implementasi pembangunan berkelanjutan,” ujar Dr. Mukhlis Rahman, Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam sambutan pembukaan acara.
Dengan menghadirkan pembicara dari berbagai negara termasuk Malaysia, Thailand, dan Filipina, serta dua pembicara dari universitas-universitas terkemuka di Jakarta dan Bandung, acara ini menciptakan ruang diskusi yang kaya perspektif dan multikultural. Hal ini sejalan dengan visi Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai institusi pendidikan yang membuka diri terhadap perkembangan global sambil tetap mempertahankan nilai-nilai lokal dan kearifan tradisional.
Struktur dan Pembicara Seminar Internasional
Sesi seminar internasional yang menjadi puncak acara hari tersebut menghadirkan lima pembicara utama dengan keahlian yang beragam namun saling berkaitan. Pembicara pertama adalah Prof. Dr. Siti Nurhaliza Wijaya dari Universitas Indonesia, yang membahas tema “Digital Transformation in Higher Education: Lessons from Southeast Asian Context.” Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di bidang pendidikan digital, Prof. Siti menyajikan analisis mendalam tentang bagaimana universitas-universitas di Asia Tenggara mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran.
“Transformasi digital bukan hanya tentang penggunaan teknologi semata, tetapi tentang mengubah mindset institusional. Kami harus memastikan bahwa teknologi yang kami implementasikan benar-benar mendukung proses pembelajaran dan penelitian, bukan sekadar untuk kepentingan administratif,” papar Prof. Siti dalam presentasinya yang antusias diikuti oleh lebih dari 200 peserta.
Sesi berikutnya menghadirkan Prof. Dr. Budi Prasetyo dari Institut Teknologi Bandung yang membahas “Sustainable Technology Innovation for Rural Development in Indonesia.” Dalam presentasinya, Prof. Budi menekankan pentingnya inovasi teknologi yang dapat diakses oleh masyarakat di daerah-daerah terpencil, tidak hanya berfokus pada pusat-pusat perkotaan.
“Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam mengembangkan teknologi berkelanjutan yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat rural. Sebagai akademisi, kita memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa inovasi teknologi yang kita hasilkan dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi komunitas lokal,” kata Prof. Budi, yang disertai dengan studi kasus konkret tentang pengembangan sistem irigasi pintar di Jawa Timur.
Pembicara internasional pertama adalah Assoc. Prof. Dr. Narong Suppakul dari Kasetsart University Thailand, yang menghadirkan perspektif tentang “Green Technology Initiative in ASEAN Countries.” Dengan fokus pada keberlanjutan lingkungan, Prof. Narong mempresentasikan berbagai inisiatif teknologi hijau yang telah diimplementasikan di Thailand dan negara-negara ASEAN lainnya, memberikan inspirasi bagi para peserta tentang praktik-praktik terbaik dalam pengembangan teknologi ramah lingkungan.
Sesi seminar dilanjutkan dengan pembicara dari University of the Philippines, Dr. Maria Santos, yang membahas “Social Innovation and Community Engagement in Academic Research.” Presentasi Dr. Maria menekankan pentingnya melibatkan komunitas lokal dalam setiap proses penelitian akademik, sehingga penelitian tidak hanya bersifat teoritis tetapi juga memiliki dampak sosial yang nyata.
Pembicara terakhir dalam sesi seminar internasional adalah Dr. Aziz Harun, peneliti senior dari Pusat Studi Pembangunan Universitas Malaya Malaysia, yang membahas “Regional Cooperation in Sustainable Development: The Role of Higher Education.” Dalam presentasinya, Dr. Aziz menekankan pentingnya kolaborasi antar universitas di kawasan Asia Tenggara dalam menghadapi tantangan-tantangan pembangunan yang bersifat regional.
Rangkaian Webinar Interaktif
Selain seminar internasional, acara pada 7 April 2026 juga menampilkan tiga sesi webinar interaktif yang berlangsung secara paralel di ruang-ruang berbeda di Gedung Pascasarjana. Webinar pertama dengan tema “Artificial Intelligence and Machine Learning Applications in Research” menghadirkan Dr. Wahyu Prabowo, praktisi AI dari sebuah perusahaan teknologi terkemuka di Jakarta. Webinar ini sangat diminati oleh mahasiswa program studi Teknik dan Teknologi Informasi Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari.
Webinar kedua berfokus pada “Social Entrepreneurship as a Tool for Sustainable Development,” dipandu oleh Ibu Dr. Hendra Kusuma, pengusaha sosial yang telah berhasil mengembangkan berbagai usaha mikro di daerah Sulawesi Tenggara. Webinar ini menarik perhatian khusus dari mahasiswa program studi Manajemen dan Ilmu Ekonomi Pembangunan.
Webinar ketiga dengan tema “Climate Change and Environmental Policy: A Research Perspective” menghadirkan Dr. Irwan Setiawan, peneliti lingkungan dari Universitas Hasanuddin Makassar, yang memberikan analisis komprehensif tentang perubahan iklim dan kebijakan lingkungan di kawasan Indonesia Timur.
Kuliah Umum dan Diskusi Terbuka
Sebagai penutup dari rangkaian acara, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Future of Education in Digital Era: Challenges and Opportunities,” yang dipimpin oleh Prof. Dr. Mukhlis Rahman sendiri sebagai moderator. Kuliah umum yang terbuka untuk publik ini menghadirkan diskusi interaktif dengan peserta yang tidak hanya berasal dari kalangan akademisi, tetapi juga dari masyarakat luas, industri, dan pemerintah lokal.
Dalam sesi tanya jawab, berbagai pertanyaan menarik diajukan oleh peserta, mulai dari bagaimana institusi pendidikan dapat beradaptasi dengan cepatnya perubahan teknologi, hingga bagaimana memastikan bahwa pendidikan tetap relevan dengan kebutuhan pasar kerja. Para pembicara memberikan jawaban yang komprehensif dan praktis, memberikan wawasan berharga bagi seluruh peserta.
Pandangan Pejabat Kampus dan Harapan ke Depan
Dr. Mukhlis Rahman, Direktur Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara mendalam setelah acara berakhir, mengungkapkan kepuasan terhadap antusiasme peserta yang tinggi.
“Kami sangat puas melihat partisipasi yang luar biasa dari berbagai kalangan. Ini menunjukkan bahwa tema-tema yang kami angkat memang relevan dan dibutuhkan oleh masyarakat akademik dan masyarakat luas. Ke depannya, kami berencana untuk menjadikan seminar internasional ini sebagai agenda tahunan yang akan terus kami kembangkan dengan mengundang pembicara-pembicara terkemuka dari berbagai belahan dunia,” ujar Dr. Mukhlis dengan antusias.
Dr. Mukhlis juga menyampaikan bahwa acara ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari untuk meningkatkan kolaborasi internasional dan memperkuat posisi sebagai institusi pendidikan tinggi yang responsif terhadap isu-isu global.
“Kami percaya bahwa Kendari, sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara, memiliki potensi besar untuk menjadi pusat akademik yang tidak hanya melayani wilayah lokal, tetapi juga berkontribusi pada perkembangan pendidikan tinggi di tingkat nasional dan internasional,” tambahnya.
Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Dr. Haji Kasim Azis, juga hadir dalam acara tersebut dan memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Pascasarjana.
“Acara seperti ini menunjukkan komitmen Universitas Muhammadiyah Kendari terhadap pengembangan pendidikan berkualitas tinggi. Kami berharap bahwa seminar internasional ini akan mendorong lahirnya kolaborasi penelitian yang lebih intensif dan menghasilkan publikasi-publikasi ilmiah berkualitas tinggi yang dapat berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan,” kata Dr. Kasim Azis.
Dampak dan Manfaat Jangka Panjang
Acara seminar internasional, webinar, dan kuliah umum pada 7 April 2026 diharapkan memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan akademik Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari. Pertama, acara ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa pascasarjana untuk berinteraksi langsung dengan peneliti dan akademisi terkemuka, sehingga dapat memperluas wawasan dan jaringan intelektual mereka.
Kedua, seminar ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian yang lebih inovatif dan relevan dengan tantangan-tantangan pembangunan global. Beberapa mahasiswa yang diwawancarai paska-acara mengungkapkan bahwa mereka mendapatkan ide-ide baru untuk topik penelitian tesis mereka.
“Saya sangat terinspirasi dengan presentasi Prof. Siti Nurhaliza tentang transformasi digital dalam pendidikan. Saya pikir ini bisa menjadi fokus penelitian saya tentang bagaimana universitas-universitas di Sulawesi Tenggara dapat mengadopsi teknologi pembelajaran digital secara lebih efektif,” ujar Muhammad Ridho, mahasiswa program doktor Ilmu Pendidikan Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari.
Ketiga, acara ini membuka peluang bagi dosen-dosen Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari untuk membangun kolaborasi penelitian internasional yang dapat menghasilkan publikasi bersama di jurnal-jurnal internasional bereputasi.
Penutup
Rangkaian seminar internasional, webinar, dan kuliah umum yang diselenggarakan oleh Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari pada 7 April 2026 merupakan bukti nyata dari komitmen institusi ini terhadap pengembangan pendidikan tinggi yang berkualitas, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan global. Melalui acara-acara seperti ini, Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari terus berupaya untuk memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang tidak hanya melayani kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi aktif pada perkembangan ilmu pengetahuan dan pendidikan di tingkat regional dan internasional.
Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan kualitas pembicara yang luar biasa, acara ini diharapkan akan menjadi catatan penting dalam sejarah perkembangan akademik Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari dan membuka babak baru dalam kolaborasi internasional yang akan terus dikembangkan di masa depan.