Kendari – Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Program Pascasarjana, kembali membuktikan komitmennya dalam mengembangkan potensi mahasiswa tidak hanya dari segi akademik tetapi juga non-akademik. Hal ini ditunjukkan melalui penyelenggaraan Festival Seni dan Olahraga 2026 yang berlangsung meriah selama sepekan penuh dengan berbagai cabang olahraga dan pertunjukan seni budaya yang menampilkan kolaborasi mahasiswa multidisiplin ilmu dari berbagai program studi.
Acara yang digelar mulai Senin, 24 Maret hingga Minggu, 30 Maret 2026 ini menciptakan momentum positif bagi ribuan mahasiswa Pascasarjana untuk menunjukkan talenta mereka di luar kelas dan laboratorium. Dengan antusiasme tinggi, mahasiswa dari Program Studi Magister Pendidikan, Magister Teknik Sipil, Magister Hukum, Magister Manajemen, dan Magister Ilmu Kesehatan masyarakat berpartisipasi aktif dalam berbagai cabang olahraga tradisional maupun modern, serta menyajikan pertunjukan seni yang memadukan nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Tenggara dengan sentuhan kontemporer.
Latar Belakang dan Motivasi Penyelenggaraan
Penyelenggaraan Festival Seni dan Olahraga 2026 bukan sekadar acara rutin yang dilaksanakan setiap tahun. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian integral dari visi Universitas Muhammadiyah Kendari untuk menciptakan lulusan pascasarjana yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga sehat secara fisik, mental, dan spiritual. Dengan moto “Membangun Generasi Pemimpin Holistik”, universitas percaya bahwa aktivitas olahraga dan seni memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kepemimpinan mahasiswa.
Dr. Ir. Bustami Abdullah, Ketua Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari, menjelaskan bahwa festival ini dirancang khusus untuk menciptakan ekosistem akademik yang seimbang. “Kami memahami bahwa mahasiswa pascasarjana adalah individu yang kompleks. Mereka tidak hanya membutuhkan pendalaman ilmu pengetahuan tetapi juga wadah untuk mengekspresikan diri, berinteraksi sosial, dan membangun networking yang kuat. Festival ini adalah manifestasi komitmen kami terhadap pengembangan holistik mahasiswa,” ujar Dr. Bustami dalam sambutan pembukaan acara, Senin (24/3) pukul 09.00 WITA di Lapangan Olahraga Terpadu Kampus Pascasarjana, Jalan Soekarno-Hatta, Kendari.
Berbagai Cabang Olahraga dan Prestasi
Kompetisi olahraga dalam festival ini mencakup delapan cabang utama: futsal, volley bola putra dan putri, badminton, tenis meja, atletik, catur, dan cabang olahraga tradisional yakni pencak silat. Setiap cabang menghadirkan keseruan dan kompetisi yang tidak kalah ketat dibandingkan event olahraga profesional.
Dalam cabang futsal, kontestan menampilkan permainan yang dinamis dan strategi yang matang. Tim dari Magister Teknik Sipil berhasil meraih juara pertama dengan koleksi 12 poin dari empat pertandingan. Keberhasilan tim ini tidak terlepas dari persiapan yang matang selama tiga bulan. Salah seorang pemain inti, Muhammad Rifki, mahasiswa Magister Teknik Sipil semester ketiga, mengungkapkan bahwa olahraga telah mengubah perspektifnya tentang kerja tim dalam konteks akademik. “Bermain futsal mengajarkan saya pentingnya komunikasi, koordinasi, dan kepercayaan antar anggota tim. Nilai-nilai ini sangat kami gunakan ketika mengerjakan proyek-proyek perkuliahan yang memerlukan kolaborasi lintas departemen,” ungkap Rifki yang juga menjadi ketua organisasi himpunan mahasiswa program studinya.
Sementara itu, di cabang volley bola putri, tim dari Magister Ilmu Kesehatan Masyarakat menunjukkan performa yang mengesankan dengan kombinasi serangan yang tajam dan pertahanan yang solid. Mereka berhasil mengalahkan tim dari Magister Pendidikan dengan skor 3-1 di final, Jumat (27/3) sore. Ketua tim, Siti Nurhaliza, mahasiswa semester keempat, menyatakan bahwa partisipasi dalam festival ini memberikan kesempatan emas untuk relief dari rutinitas akademik yang padat. “Sebagai mahasiswa pascasarjana, beban studi kami sangat tinggi, terutama dengan thesis dan berbagai tugas akhir program. Aktivitas olahraga ini menjadi katalis untuk mengembalikan energi dan semangat kami dalam menghadapi tantangan akademik,” katanya sambil tersenyum lebar.
Cabang atletik juga menyajikan kejutan menarik dengan kehadiran beberapa atlet potensial yang ternyata tersembunyi di antara mahasiswa pascasarjana. Seorang mahasiswa Magister Manajemen, Budi Santoso, berhasil memenangkan lari 100 meter dengan waktu yang cukup impresif untuk kategori amatir, yakni 11,2 detik. Prestasi ini menunjukkan bahwa semangat kompetisi dan dedikasi masih tertanam kuat dalam diri generasi muda yang melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana.
Pertunjukan Seni dan Budaya yang Memukau
Tidak kalah menarik dari aspek olahraga, festival ini juga menampilkan serangkaian pertunjukan seni budaya yang menawan. Mahasiswa Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari menampilkan karya-karya seni yang mencerminkan identitas budaya lokal sekaligus inovasi kontemporer.
Pertunjukan pembuka pada hari Senin pukul 19.00 WITA menampilkan tarian tradisional Sulfat dari Sulawesi Tenggara yang diinterpretasikan ulang oleh sekelompok mahasiswa dari berbagai program studi. Gubahan ulang ini menggabungkan gerakan tradisional dengan musik modern yang menciptakan pengalaman estetika yang unik. Koordinator pertunjukan, Dewi Ramadhani dari Magister Pendidikan, menjelaskan konsep behind the scenes pertunjukan tersebut. “Kami ingin menunjukkan bahwa tradisi bukan sesuatu yang statis dan harus diawetkan dalam bentuk aslinya. Tradisi hidup dan terus berkembang. Dengan menggabungkan gerakan sulfat dengan beat elektronik modern, kami mencoba untuk menunjukkan relevansi budaya lokal di era digital,” jelasnya dengan antusias.
Selain itu, festival juga menampilkan pertunjukan teater modern yang mengangkat isu-isu sosial kontemporer seperti pendidikan, kesehatan, dan pembangunan berkelanjutan. Sebuah produksi teater yang berjudul “Jejak Perubahan” menceritakan tentang perjuangan seorang pendidik dalam mengubah sistem pendidikan di daerah terpencil. Pertunjukan yang dimainkan selama 45 menit ini mendapat standing ovation dari ratusan penonton yang hadir, termasuk pimpinan universitas dan dosen-dosen dari berbagai program studi.
Acara seni juga mencakup pameran karya seni visual yang menampilkan lukisan, fotografi, dan instalasi seni dari mahasiswa Pascasarjana. Seorang seniman muda dari Program Magister Seni Rupa yang baru bergabung dengan Pascasarjana, Andi Pratama, menampilkan karya serinya yang berjudul “Metamorfosis Kendari” yang merupakan refleksi visual tentang transformasi sosial dan fisik Kota Kendari dalam dua dekade terakhir. Karyanya berhasil memenangkan penghargaan “Best Visual Art” dalam kategori festival ini.
Dampak Positif dan Testimoni Peserta
Keseluruhan acara Festival Seni dan Olahraga 2026 dihadiri oleh lebih dari 2.500 mahasiswa Pascasarjana, 150 dosen dan staf akademik, serta ratusan penonton dari komunitas kampus dan masyarakat umum. Antusiasme yang ditunjukkan peserta memberikan indikasi kuat bahwa kebutuhan akan wadah ekspresi non-akademik sangat tinggi di tingkat pendidikan pascasarjana.
Dr. Farida Hanum, Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat yang juga Wakil Ketua Bidang Akademik Program Pascasarjana, memberikan komentar positif tentang dampak festival terhadap pengembangan mahasiswa. “Dari pengamatan saya selama festival berlangsung, saya melihat mahasiswa tidak hanya berkompetisi dengan sportivitas tinggi, tetapi juga membangun persahabatan dan kolaborasi lintas program studi. Ini sangat berharga karena mahasiswa akan menjadi pemimpin di bidang mereka masing-masing, dan kemampuan untuk berkolaborasi dan memahami perspektif lintas disiplin ilmu adalah aset yang tidak ternilai,” ungkap Dr. Farida.
Seorang mahasiswa Magister Hukum, Yusuf Rahman, yang mengikuti ajang pencak silat, menambahkan bahwa festival ini telah mengubah persepsinya tentang kehidupan kampus pascasarjana. “Sebelum festival ini, saya pikir kehidupan mahasiswa pascasarjana hanya berkutat pada buku, artikel jurnal, dan lab penelitian. Tapi setelah mengikuti festival ini, saya menyadari bahwa ada dimensi lain dari kehidupan kampus yang sama pentingnya. Saya bertemu dengan banyak rekan-rekan mahasiswa dari program studi lain, dan kami banyak berdiskusi tentang perspektif kami masing-masing terhadap isu-isu sosial. Ini sangat enriching untuk pengembangan intelektual saya,” ujarnya dengan sarat makna.
Penutup dan Harapan Ke Depan
Kesuksesan Festival Seni dan Olahraga 2026 Universitas Muhammadiyah Kendari Program Pascasarjana menunjukkan bahwa institusi pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab yang kompleks dalam mengembangkan mahasiswanya secara menyeluruh. Tidak cukup hanya fokus pada pencapaian akademik semata, tetapi juga penting untuk memberikan ruang bagi mahasiswa mengeksplorasi potensi mereka dalam bidang olahraga dan seni.
Memasuki penutupan festival pada Minggu malam (30/3) pukul 20.00 WITA, yang dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari Prof. Dr. Syamsu Alam, M.Si., beliau menegaskan komitmen universitas untuk terus menyelenggarakan dan mengembangkan festival serupa di masa depan. “Festival kali ini adalah bukti nyata bahwa Universitas Muhammadiyah Kendari tidak hanya mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga lulusan yang sehat, bermoral baik, dan memiliki kepemimpinan yang kuat. Kami akan terus mendukung dan memperluas kegiatan-kegiatan non-akademik seperti ini untuk menciptakan ekosistem kampus yang dinamis dan inspiratif,” ujar Prof. Syamsu dalam pidato penutupan yang mendapat sambutan meriah dari seluruh hadirin.
Dengan pencapaian gemilang ini, Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Kendari telah membuktikan bahwa pengembangan holistik mahasiswa bukan sekadar slogan, tetapi realitas yang dapat diterjemahkan melalui program-program konkret dan berkelanjutan. Festival Seni dan Olahraga 2026 akan menjadi momentum penting yang akan dikenang oleh seluruh mahasiswa Pascasarjana sebagai bagian dari perjalanan akademik dan personal mereka dalam membentuk diri menjadi individu yang komprehensif dan siap menghadapi tantangan masa depan.